puisidansisi
Kamis, September 8
puisi puncak everest
everest, dalam kabut penuh maut
empat penunggang kuda mengancam
pedang tajam mereka genggam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Posting Lebih Baru
Posting Lama
Beranda
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar