Rabu, Desember 25

Poe




hanya bisa wujudkan pejam
saat beku merambat masuk dalam kerongkonganku
burung gagak di ranting pohon diam memaku.

dedaunan perlahan gugur
berbaur dengan denging yang sesak
di bangku taman ini tak akan lagi aku beranjak.

bisikku menetes terbata,
“Tuhan, tentramkanlah jiwa
yang gersang ini.”

Senin, Desember 23

Gie



tidak sampai aku menuju
saat pagi terakhir menguap dari pandangku
dan aku tidak bisa melangkah.

kini kusadari terasa jerat betapa lekat
orang tak kukenal melempar pekik tak terdengar
aku menggelepar di atas trotoar.

di puncak gunung yang tinggi
saat gas beracun terus memaksa pergi
Gie pernah berkata, “makhluk kecil
kembalilah dari tiada ke tiada.”

Rabu, Desember 18

Joseph


ada denging yang menyengat
saat kaulihat wajah itu diam
melebur ke dalam hening panjang.

dan anjing tetangga terus menyalak
membekukan tetes hujan
hancur leburkan ruas jalan
di atas telapak tanganmu.

telah kaupetik api di tangkai matahari
engkau korbankan darah
dan luka padanya
tapi, hanya anjing tetangga yang menyalak.