ada
seorang tokoh pria
sebutlah
nama dia mimin atau momod atau entah siapa saja
tak
ada seorang wanita ingin berteman akrab dengannya
apalagi
mau capek-capek jalan berdua dengan dirinya.
suatu
senja di bawah purnama tokoh kita tenggelam membaca
cerita
pendek karangan maesa
yang
berjudul “mereka bilang saya monyet”
tanpa
berkedip dia membaca
dia
terharu karena pengarangnya, eh ceritanya.
tokoh
kita memutuskan untuk bertemu
dengan
djenar maesa ayu
setelah
menghayati setulus hati
kandungan
cerita pendek maesa.
dia
merasa maesa adalah sesosok wanita
yang
senantiasa gelisah jiwanya
sehingga
membutuhkan seorang pria
buat
teman berbagi cerita
dia
bawa setangkai bunga untuk maesa
dipetik
dari pohon kamboja
kenapa
harus bunga kamboja?
karena
baginya bunga kamboja adalah lambang rasa cinta
yang
tak lekang oleh masa.
baru
mau dicari si maesa
eh,
langsung ketemu tanpa sengaja
di
situs kaskus the largest indonesian community
aduh,
itu hati langsung melayang tinggi sekali.
di
situs kaskus si maesa sedang menangis
setitik
airmata di pipi kanan
tokoh
kita bertanya,
“kenapa
anda menangis, pengarang?”
maesa
menjawab seraya menghilang,
“karena mereka bilang aku agan.”
tokoh
kita ingin ketemu maesa lagi besoknya
mau
menyerahkan bunga kamboja
yang
kemarin lupa dia berikan
tapi
kok, di situs kaskus maesa sudah tidak ada.
tokoh
kita mencari kemana-mana
tapi
maesa tak ada juga
hanya
ada jejak airmata
hampir
terhapus oleh senja.
suatu
senja di bawah purnama
tukang
pos mendatangi rumahnya
mengantarkan
surat yang di amplopnya tertulis nama dari maesa
kepada
pria bunga kamboja.
tokoh
kita dengan cepat membuka
amplop
dan mengambil surat yang tersimpan di dalamnya
hanya
secarik kertas kecil dengan tulisan tinta ungu.
“tak
ada seorang pria mau berteman akrab dengan diriku
apalagi
capek-capek jalan berdua denganku”.