Sabtu, November 12

kaskus




ada seorang tokoh pria
sebutlah nama dia mimin atau momod atau entah siapa saja
tak ada seorang wanita ingin berteman akrab dengannya
apalagi mau capek-capek jalan berdua dengan dirinya.

suatu senja di bawah purnama tokoh kita tenggelam membaca
cerita pendek karangan maesa
yang berjudul “mereka bilang saya monyet”
tanpa berkedip dia membaca
dia terharu karena pengarangnya, eh ceritanya.

tokoh kita memutuskan untuk bertemu
dengan djenar maesa ayu
setelah menghayati setulus hati
kandungan cerita pendek maesa.

dia merasa maesa adalah sesosok wanita
yang senantiasa gelisah jiwanya
sehingga membutuhkan seorang pria
buat teman berbagi cerita

dia bawa setangkai bunga untuk maesa
dipetik dari pohon kamboja
kenapa harus bunga kamboja?
karena baginya bunga kamboja adalah lambang rasa cinta
yang tak lekang oleh masa.

baru mau dicari si maesa
eh, langsung ketemu tanpa sengaja
di situs kaskus the largest indonesian community
aduh, itu hati langsung melayang tinggi sekali.

di situs kaskus si maesa sedang menangis
setitik airmata di pipi kanan
tokoh kita bertanya,
“kenapa anda menangis, pengarang?”

maesa menjawab seraya menghilang,
 “karena mereka bilang aku agan.”

tokoh kita ingin ketemu maesa lagi besoknya
mau menyerahkan bunga kamboja
yang kemarin lupa dia berikan
tapi kok, di situs kaskus maesa sudah tidak ada.

tokoh kita mencari kemana-mana
tapi maesa tak ada juga
hanya ada jejak airmata
hampir terhapus oleh senja.

suatu senja di bawah purnama
tukang pos mendatangi rumahnya
mengantarkan surat yang di amplopnya tertulis nama dari maesa
kepada pria bunga kamboja.

tokoh kita dengan cepat membuka
amplop dan mengambil surat yang tersimpan di dalamnya
hanya secarik kertas kecil dengan tulisan tinta ungu.

“tak ada seorang pria mau berteman akrab dengan diriku
apalagi capek-capek jalan berdua denganku”.

Tidak ada komentar: