selama bulan belum memejamkan matanya maka mereka
akan terus berdatangan
menembus tubuhku yang hijau yang paling risau
membawa sepi bercecercecer
hingga langkahlangkah pun punah seakan
dahandahan pohon bagai mesin bercorong
yang menghisap album hidupmu
gadis kimono putih pun tergoda dengan sedapnya
kilau sepi menggantung
di sebatang pohon yang berisi bola mata kosong
aku merintih kepada gadis kimono
dan pria pemulung barangbarang
yang berjalan menuju bulan dengan mata terpejam.
jakarta, desember2010

Tidak ada komentar:
Posting Komentar