jika takjub bersambut
akan kukenakan kulit yang lembut
kubuang Baju yang usang demi menutup lobanglobangpada dindingdinding perahuku.
entah khidir atau musa
keduanya sama gemarnya memecahkan kening mereka
demi meletusnya tawa yang Abadi sepanjang masa.
jakarta, desember 2010

Tidak ada komentar:
Posting Komentar