aku menemukan wajah yang sudah dua puluh lima tahun berpisah
setelah menapaki ribuan jembatan yang menghabiskan
ribuan kali peredaran matahari terhadap bumi
aku pandangi wajah yang menghembuskan aroma kenangayang menghanyutkanku ke arus lekuk tubuh
seakan bintangbintang yang bergelantungan
adalah lampulampu yang meremang
katakata pun berhamburan dengan sendirinya
“apakah kau sudah memakai lipstik
wahai wajah yang cantik?”
wajah itu kembali mengingatkanku pada kejadian masa lalu
ketika wajah biasa mengalirkan air mata
di malam yang kelam
jakarta, agustus2010

2 komentar:
bagus banget mas..saya suka ini, menyentuh
Posting Komentar