Sabtu, April 16

puisi dansitor situmorang


terkubur oleh lembaran teksmu
di paris tidak bersalju
kekalnya cair.

6 komentar:

nanangrusmana mengatakan...

malem, mas Cahyo....saya dateng sebagai tetangga dunia sastramu...berharap bisa berbagi bersama.
Membaca postingan di blog ini rasanya saya seperti menikmati lukisan2 postmodern yg sarat makna dan symbol2 walau hanya dengan segurat kata..... trims postingannya mas, sy suka sekali...

Unknown mengatakan...

iya...
terima kasih...

angel's blog mengatakan...

wew puisina banyak ya..... lagi risaukah?

Unknown mengatakan...

engga risau sih...
bikin puisi karena tuntutan akademik
heee

http://www.rozikinblogspot.com mengatakan...

Puisinya mantab cuman pendek bgt, tambahin dong biar kita bisa nikmati.

Unknown mengatakan...

iya, puisi-puisinya sengaja dibuat pendek karena tuntutan layar monitor.