Senin, Desember 23

Gie



tidak sampai aku menuju
saat pagi terakhir menguap dari pandangku
dan aku tidak bisa melangkah.

kini kusadari terasa jerat betapa lekat
orang tak kukenal melempar pekik tak terdengar
aku menggelepar di atas trotoar.

di puncak gunung yang tinggi
saat gas beracun terus memaksa pergi
Gie pernah berkata, “makhluk kecil
kembalilah dari tiada ke tiada.”

Tidak ada komentar: