hanya bisa wujudkan pejam
saat beku merambat masuk dalam kerongkonganku
burung gagak di ranting pohon diam memaku.
dedaunan perlahan gugur
berbaur dengan denging yang sesak
di bangku taman ini tak akan lagi aku beranjak.
bisikku menetes terbata,
“Tuhan, tentramkanlah jiwa
yang gersang ini.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar