Selasa, Desember 27

googlisme


setelah bertahun-tahun berkunjung ke situs google
tokoh kita menyadari bahwa sesungguhnya di dunia ini ramai sekali
tetapi mengapa tokoh kita selalu merasa sendiri dan sepi?

suatu hari tokoh kita berjalan-jalan di toko kaset
di sana dia bertemu dengan seorang wanita teman kuliahnya
dia dekati dan sapa wanita itu tetapi wanita itu malah berkata, “maaf, anda siapa?”

kemudian tokoh kita berpikir apa yang salah pada dirinya?
tokoh kita selalu berpikir meski sedang makan, sedang mandi, bahkan sedang tidur
selain berpikir tokoh kita juga berdiskusi dengan teman kuliahnya
dengan dosennya, hingga dengan buku filsafatnya.

berminggu-minggu tokoh kita berpikir dan berdiskusi
tetapi tak ditemui jawaban yang final dan pasti sehingga membuat frustrasi
lama-lama rasa frustrasi menjadi-jadi
sehingga tokoh kita takut menjadi gila.

karena takut gila maka tokoh kita mendatangi google
di google tokoh kita bertanya penyebab dia selalu merasa sepi dan sendiri
dan google menjawab bahwa tokoh kita harus bersikap terbuka
pada sesama manusia.

tokoh kita belajar bersikap terbuka sekarang
dimulai dari bersikap terbuka terhadap diri sendiri
setiap pagi tokoh kita selalu menyempatkan diri menatap wajahnya di cermin
kemudian tersenyum dan berkata, “halo, anda tampan sekali hari ini.”

setelah yakin bahwa dirinya sudah bersikap terbuka
tokoh kita mulai berani bersikap terbuka pada orang lain
pagi ini tokoh kita selalu menyapa dan memuji setiap orang yang ditemuinya
sehingga orang-orang menyangka tokoh kita sudah gila dan terganggu jiwanya.

tokoh kita tahu bahwa orang banyak menuduhnya gila
tapi tokoh kita berjanji tidak akan putus asa
karena bersikap terbuka itu membuat dirinya bahagia.

suatu hari tokoh kita berpapasan dengan seorang wanita
tokoh kita lantas berkata, “halo, anda cantik sekali sore ini.”
wanita yang disapa terpana dan tidak menyangka karena selama hidupnya
baru sekarang ini ada orang selain orang tuanya yang memuji dirinya.

wanita itu langsung menghampiri dan mengajak tokoh kita berkenalan
mereka berdua berkenalan setelah itu memutuskan untuk pergi ke taman
dan di taman mereka saling kasmaran.

“cinta selalu datang tanpa terduga,”
ujar wanita itu pada tokoh kita.

tokoh kita hanya manggut-manggut saja
tokoh kita tidak mampu berpikir apa-apa karena terlalu bahagia
dalam perasaannya tidak ada lagi perasaan lain selain perasaan bahagia.

kini hari-hari tokoh dihabiskan dengan berdua-dua dengan wanita itu
mereka jalan-jalan dan berjemur di pantai berdua
mereka jalan-jalan dan membaca di perpus berdua.

karena selalu berdua ke mana saja maka
tanpa sadar imaji wanita itu merasuk ke dalam pikiran tokoh kita
tokoh kita di segala tempat dan segala waktu selalu memikirkan wanita itu
saat sedang makan, sedang mandi, bahkan sedang tidur.

saat sedang berjalan pun tokoh kita masih memikirkan wanita itu
sehingga tokoh kita tidak lagi sempat menyapa dan memuji
orang-orang yang dijumpainya di jalan.

orang-orang merasa heran karena sikap tokoh kita berubah lagi
sebagian orang menganggap tokoh kita sudah sehat dan waras
tapi sebagian orang malah menuduh tokoh kita semakin gila dan tak beres akalnya.

tuduhan gila pada tokoh kita sampai juga di telinga wanita itu
wanita itu memang tidak membenarkan tuduhan bahwa tokoh kita sudah gila
tapi membenarkan bahwa tokoh kita tidak lagi bersikap terbuka.

selama jalan-jalan berdua
tokoh kita hanya sibuk dengan kegiatan membaca dan berjemurnya
dan tidak pernah lagi menyapa dan memuji si wanita
paling-paling tokoh kita hanya memandang si wanita tak henti-hentinya.

karena si wanita merasa tokoh kita sudah berubah sikapnya
maka si wanita memutuskan untuk putus dengan tokoh kita
tokoh kita kaget mendengar putusan itu.

tokoh kita sungguh putus asa
dia kehilangan nafsu makan, nafsu mandi, bahkan nafsu tidur
sehari-harinya dia terus menutup diri di rumah kardusnya
tidak pernah pergi ke kampus apalagi berkunjung ke google.

setelah bertahun-tahun tidak berkunjung ke situs google
tokoh kita tidak menyadari bahwa sesungguhnya di dunia ini ramai sekali
sehingga tokoh kita selalu merasa sendiri dan sepi.

Tidak ada komentar: