setelah
bertahun-tahun berkunjung ke situs google
tokoh
kita menyadari bahwa sesungguhnya di dunia ini ramai sekali
tetapi
mengapa tokoh kita selalu merasa sendiri dan sepi?
suatu
hari tokoh kita berjalan-jalan di toko kaset
di sana
dia bertemu dengan seorang wanita teman kuliahnya
dia
dekati dan sapa wanita itu tetapi wanita itu malah berkata, “maaf, anda siapa?”
kemudian tokoh
kita berpikir apa yang salah pada dirinya?
tokoh kita selalu berpikir meski sedang makan, sedang mandi, bahkan sedang tidur
selain
berpikir tokoh kita juga berdiskusi dengan teman kuliahnya
dengan
dosennya, hingga dengan buku filsafatnya.
berminggu-minggu
tokoh kita berpikir dan berdiskusi
tetapi
tak ditemui jawaban yang final dan pasti sehingga membuat frustrasi
lama-lama
rasa frustrasi menjadi-jadi
sehingga
tokoh kita takut menjadi gila.
karena
takut gila maka tokoh kita mendatangi google
di
google tokoh kita bertanya penyebab dia selalu merasa sepi dan sendiri
dan
google menjawab bahwa tokoh kita harus bersikap terbuka
pada
sesama manusia.
tokoh
kita belajar bersikap terbuka sekarang
dimulai
dari bersikap terbuka terhadap diri sendiri
setiap
pagi tokoh kita selalu menyempatkan diri menatap wajahnya di cermin
kemudian
tersenyum dan berkata, “halo, anda tampan sekali hari ini.”
setelah
yakin bahwa dirinya sudah bersikap terbuka
tokoh
kita mulai berani bersikap terbuka pada orang lain
pagi ini
tokoh kita selalu menyapa dan memuji setiap orang yang ditemuinya
sehingga
orang-orang menyangka tokoh kita sudah gila dan terganggu jiwanya.
tokoh
kita tahu bahwa orang banyak menuduhnya gila
tapi
tokoh kita berjanji tidak akan putus asa
karena
bersikap terbuka itu membuat dirinya bahagia.
suatu
hari tokoh kita berpapasan dengan seorang wanita
tokoh
kita lantas berkata, “halo, anda cantik sekali sore ini.”
wanita
yang disapa terpana dan tidak menyangka karena selama hidupnya
baru
sekarang ini ada orang selain orang tuanya yang memuji dirinya.
wanita
itu langsung menghampiri dan mengajak tokoh kita berkenalan
mereka
berdua berkenalan setelah itu memutuskan untuk pergi ke taman
dan di
taman mereka saling kasmaran.
“cinta
selalu datang tanpa terduga,”
ujar
wanita itu pada tokoh kita.
tokoh
kita hanya manggut-manggut saja
tokoh
kita tidak mampu berpikir apa-apa karena terlalu bahagia
dalam
perasaannya tidak ada lagi perasaan lain selain perasaan bahagia.
kini
hari-hari tokoh dihabiskan dengan berdua-dua dengan wanita itu
mereka
jalan-jalan dan berjemur di pantai berdua
mereka
jalan-jalan dan membaca di perpus berdua.
karena
selalu berdua ke mana saja maka
tanpa
sadar imaji wanita itu merasuk ke dalam pikiran tokoh kita
tokoh
kita di segala tempat dan segala waktu selalu memikirkan wanita itu
saat
sedang makan, sedang mandi, bahkan sedang tidur.
saat
sedang berjalan pun tokoh kita masih memikirkan wanita itu
sehingga
tokoh kita tidak lagi sempat menyapa dan memuji
orang-orang
yang dijumpainya di jalan.
orang-orang
merasa heran karena sikap tokoh kita berubah lagi
sebagian
orang menganggap tokoh kita sudah sehat dan waras
tapi
sebagian orang malah menuduh tokoh kita semakin gila dan tak beres
akalnya.
tuduhan
gila pada tokoh kita sampai juga di telinga wanita itu
wanita
itu memang tidak membenarkan tuduhan bahwa tokoh kita sudah gila
tapi
membenarkan bahwa tokoh kita tidak lagi bersikap terbuka.
selama jalan-jalan berdua
tokoh
kita hanya sibuk dengan kegiatan membaca dan berjemurnya
dan
tidak pernah lagi menyapa dan memuji si wanita
paling-paling
tokoh kita hanya memandang si wanita tak henti-hentinya.
karena
si wanita merasa tokoh kita sudah berubah sikapnya
maka si
wanita memutuskan untuk putus dengan tokoh kita
tokoh
kita kaget mendengar putusan itu.
tokoh
kita sungguh putus asa
dia
kehilangan nafsu makan, nafsu mandi, bahkan nafsu tidur
sehari-harinya
dia terus menutup diri di rumah kardusnya
tidak
pernah pergi ke kampus apalagi berkunjung ke google.
setelah
bertahun-tahun tidak berkunjung ke situs google
tokoh
kita tidak menyadari bahwa sesungguhnya di dunia ini ramai sekali
sehingga
tokoh kita selalu merasa sendiri dan sepi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar