Selasa, Desember 6

utusan cina



tokoh kita sedang jalan-jalan menjelajahi kota batavia
siang ini ramai sekali di jalan banyak kuda dan kereta
bahkan ada empat ekor gajah segala
di sepanjang sisi jalan anak-anak
dan budak berkumpul.

kata salah seorang budak
nanti sore akan ada utusan cina datang bertamu
jadi tuan kompeni berkonvoi mendatangi pelabuhan
buat menjemput sang utusan dan biar si utusan merasa senang.
konvoi sengaja dibuat ramai.

tokoh kita juga senang melihat keramaian ini
dia ikut-ikutan juga berkonvoi mengunjungi pelabuhan
dia menumpang di salah satu punggung gajah
yang penampilannya paling gagah.

gajah yang ditumpangi tokoh kita bertubuh besar dan tinggi
meski tubuhnya besar tapi jalan gajah itu sangat lamban
sehingga tokoh kita tertinggal
paling belakang.

karena bosan terus jalan paling belakang
tokoh kita memutuskan untuk berjalan kaki saja ke pelabuhan
jarak dari batavia ke pelabuhan dekat saja
belum lama berjalan kaki
tahu-tahu sudah sampai.

ternyata di pelabuhan utusan cina sudah tiba
dia menunggu di pelabuhan sambil ditemani
oleh dua orang pendampingnya.

utusan cina dan dua pendampingnya punya kesamaan model rambut
bagian kepala depan mereka sama-sama botak halus
sementara bagian kepala belakang
berambut panjang dan dikepang
seperti perempuan.

para perempuan tentu tak ingin punya pacar dengan pria yang punya model rambut seperti itu bahkan jika tokoh kita adalah perempuan
dari pada punya pacar dengan model rambut seperti itu
lebih baik tidak punya pacar saja
seumur hidup.

tokoh kita memang belum pernah pacaran
bukan karena tidak laku tapi memang di batavia itu jarang perempuan
sekalinya ada perempuan cantik
tahu-tahu dia sudah jadi gundik

pergundikan itu lagi jadi tren sekarang
di mana-mana tuan kompeni pasti punya gundik
tidak terkecuali gubernur jendral.

di pelabuhan gubernur jendral sedang menyalami utusan cina
ditembakkan salvo-salvo meriam ke udara
langit jadi hitam oleh asap yang keluar dari corong-corong meriam
orang-orang yang hadir di pelabuhan bertepuk tangan.

tokoh kita bertepuk tangan paling kencang
selain bertepuk tangan dia juga melambai-lambaikan tangannya ke arah utusan cina
utusan cina segera membalas lambaian tangan tokoh kita
disertai senyuman di wajah.

wajah utusan cina sepintas seperti terbakar matahari
maklum saja perjalanan dari cina ke batavia lumayan memakan waktu
kira-kira diperlukan waktu sekitar satu hingga dua bulan
makanya wajah-wajah mereka gosong menghitam.

wajah tokoh kita sendiri sudah sangat hitam
sudah empat tahun lebih tokoh kita tinggal di batavia
diselimuti oleh gersangnya cahaya sang surya
apalagi dia sudah jarang memakai kain-kain wol panjang yang berlapis-lapis.

selain lupa dengan gaya pakaian tanah kelahirannya
tokoh kita juga sudah lupa dengan keluarganya di rumah
dia jadi sedih karena tiba-tiba dia sadar bahwa
sudah bertahun-tahun dia terpisah dengan keluarganya.

“sudah jangan terlalu memikirkan keluarga. keluarga anda pasti sehat-sehat saja,”
kata utusan cina berusaha menenangkan hati tokoh kita.

hati tokoh kita jadi lebih tenang
apalagi ketika dia kembali ke dalam benteng kota
di sana sedang diadakan pesta penyambutan
buat kedatangan utusan cina.

sang utusan cina itu mengajak tokoh kita
buat senang pesta-pesta makan makanan apa saja yang tersedia
tokoh kita jadi gembira luar biasa
lompat menari berdansa-dansa.

tokoh kita lalu jalan-jalan menjelajahi kota batavia
malam ini ramai sekali di jalan banyak kuda dan kereta
bahkan ada empat ekor gajah segala
di sepanjang sisi jalan anak-anak
dan budak berkumpul.

Sabtu, November 12

kaskus




ada seorang tokoh pria
sebutlah nama dia mimin atau momod atau entah siapa saja
tak ada seorang wanita ingin berteman akrab dengannya
apalagi mau capek-capek jalan berdua dengan dirinya.

suatu senja di bawah purnama tokoh kita tenggelam membaca
cerita pendek karangan maesa
yang berjudul “mereka bilang saya monyet”
tanpa berkedip dia membaca
dia terharu karena pengarangnya, eh ceritanya.

tokoh kita memutuskan untuk bertemu
dengan djenar maesa ayu
setelah menghayati setulus hati
kandungan cerita pendek maesa.

dia merasa maesa adalah sesosok wanita
yang senantiasa gelisah jiwanya
sehingga membutuhkan seorang pria
buat teman berbagi cerita

dia bawa setangkai bunga untuk maesa
dipetik dari pohon kamboja
kenapa harus bunga kamboja?
karena baginya bunga kamboja adalah lambang rasa cinta
yang tak lekang oleh masa.

baru mau dicari si maesa
eh, langsung ketemu tanpa sengaja
di situs kaskus the largest indonesian community
aduh, itu hati langsung melayang tinggi sekali.

di situs kaskus si maesa sedang menangis
setitik airmata di pipi kanan
tokoh kita bertanya,
“kenapa anda menangis, pengarang?”

maesa menjawab seraya menghilang,
 “karena mereka bilang aku agan.”

tokoh kita ingin ketemu maesa lagi besoknya
mau menyerahkan bunga kamboja
yang kemarin lupa dia berikan
tapi kok, di situs kaskus maesa sudah tidak ada.

tokoh kita mencari kemana-mana
tapi maesa tak ada juga
hanya ada jejak airmata
hampir terhapus oleh senja.

suatu senja di bawah purnama
tukang pos mendatangi rumahnya
mengantarkan surat yang di amplopnya tertulis nama dari maesa
kepada pria bunga kamboja.

tokoh kita dengan cepat membuka
amplop dan mengambil surat yang tersimpan di dalamnya
hanya secarik kertas kecil dengan tulisan tinta ungu.

“tak ada seorang pria mau berteman akrab dengan diriku
apalagi capek-capek jalan berdua denganku”.

Rabu, November 9

yahoo



tanpa sengaja tokoh kita bertemu dengan seorang wanita
yang cantiknya luar biasa
tokoh kita segera mematung karena wanita cantik itu barusan menyapanya.

“selamat siang, tuan yahoo,” sapa wanita cantik.

tokoh kita awalnya bingung karena ada wanita cantik yang tiba-tiba menyapanya
padahal tokoh kita tidak mengenal wanita secantik itu
lagipula wanita cantik itu menyapa tokoh kita dengan panggilan yahoo
bukan tokoh kita.

“apalah arti sebuah nama,” ujar wanita cantik.

wanita cantik memang sudah punya pacar
tapi wanita cantik tetap ingin berteman
dengan tokoh kita.

tokoh kita dan wanita cantik mulai menjalin persahabatan
persahabatan dimulai dengan jalan-jalan berdua ke pasar swalayan
tokoh kita menemani wanita cantik berbelanja keperluan hidup sehari-hari.

siang hari mereka berdua pergi ke pantai
mereka berjemur matahari dan sore hari
mereka melihat matahari terbenam.

aduh, hati tokoh kita sungguh terbenam ketika wanita cantik itu
tiba-tiba mengecup keningnya
kecupan itu akan selalu dikenang selamanya.

sayangnya, persahabatan mereka berdua tak berlangsung lama
karena wanita cantik harus kembali ke kekasihnya
aduh, tokoh kita tiba-tiba merana.
saat sedang merana tokoh kita iseng jalan-jalan ke yahoo
hari ini di yahoo sepi sekali
cuma ada seorang pria berperilaku aneh yang sedang menari tarian betawi.

“kenapa anda menari tarian betawi?” tanya tokoh kita iseng saja.
“saya menari tarian betawi karena ingin menari tarian betawi,” jawab pria aneh iseng juga.

pria aneh itu mengajak tokoh kita untuk menari bersama
tokoh kita awalnya bingung dan ling-lung
tapi akhirnya terbiasa juga.

ternyata tokoh kita punya bakat menari
sekali diajari tubuh tokoh kita meliuk-liuk tak terkendali
tak hanya tarian betawi tapi juga tarian modern masa kini
‘shuffle dance’.

tokoh kita menari tarian shuffle setiap hari
di pasar, di jalan, di yahoo, di perpustakaan
saat makan, saat membaca, saat tertawa, saat ciuman.

lama-lama tokoh kita lupa dengan wanita cantik
karena tokoh kita punya hobi baru
yaitu menari shuffle sepanjang hari.

suatu hari saat sedang menari shuffle
tanpa sengaja tokoh kita bertemu dengan seorang wanita
yang cantiknya luar biasa
tokoh kita segera mematung karena wanita cantik tadi menyapanya.

Kamis, Oktober 20

lenka


berat angin sangat ringan
kulit tubuh melepaskan pekat
dengan cepat.

Senin, Oktober 17

Kamis, Oktober 13

twisp



anjing malam nyaris tenggelam
oleh cengkeram lidah francois
di tanah prancis.

Sabtu, Oktober 8

Kamis, Oktober 6

estragon


wortel dimakan kotoran dibuang
dan pohon pun tanpa dahan
kapan datang,
godot?

Rabu, Oktober 5

Sabtu, Oktober 1

annelies


nederland pun tidak lebih indah
dari jejak rumput basah
selopmu, mama.

Jumat, September 30

minke


bukan tentang lukisan annelies
juga bukan lukisan mei
tapi tentang dirimu, prinsesku
tentang revolvermu.

Senin, September 26

banta seudang


sebelah mata yang coklat
menyerahkan hidup pada pekat
saat hutan belum membalai
redup menyekat.

Sabtu, September 24

calon arang


calon arang, kau tentu
belum pernah melihat gedung
seakan hanya ada mendung
ah, ternyata di langit
juga ada satelit.

Selasa, September 20

napoleon dinamit


tatapan mata tampak memburu
seluruh tubuh mulai membiru
di ladang luas yang panas
badan menghempas meliuk bebas

Selasa, September 13

puisi angsa hitam


gedung kesenian tanpa penonton
hanya kaca menghisap gerak
bayang hitam pun tidak eksis
di ujung lidah ular mendesis.

Kamis, September 8

puisi layar televisi


engkau schweik optimis untuk perang
bersama kabel telepon yang menggantung
terdorong pekik hening layar kelabu
menjenguk seluruh anak-anakmu.

puisi puncak everest


everest, dalam kabut penuh maut
empat penunggang kuda mengancam
pedang tajam mereka genggam.

Selasa, September 6

puisi euthyphro


antara barisan buku digital
mengapa hutan selalu belantara?
tiga puluh dua merpati
"what is piety?"

Selasa, Agustus 30

puisi bahasa biasa


ada anak bertanya pada bapaknya,
"Satu tambah satu sama dengan berapa?"
ada anak bertanya pada bapaknya,
"Pelangi di langit biru ciptaan siapa?"

Jumat, Agustus 26

puisi jean-paul



di ruang ini tiba-tiba saja ia
mengarahkan pisaunya ke kepalaku
dan tidak ada seorang pun selain aku
yang melihat wanita itu.